Archive for October, 2008
Engkau telah membujuk aku ya Tuhan,
dan aku telah membiarkan diriku dibujuk ;
Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku.
Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari,
semuanya mereka mengolok-olokkan aku.
Sebab setiap kali aku berbicara,
terpaksa aku berteriak,
terpaksa berseru “Kelaliman! Aniaya!”
Sebab firman Tuhan telah menjadi cela dan cemooh bagiku,
sepanjang hari.
Tetapi apabila aku berpikir
“Aku tidak mau mengingat Dia
dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi namaNya”,
maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala,
terkurung dalam tulang-tulangku,
aku berlelah-lelah untuk menahannya,
tetapi aku tidak sanggup.
Yeremia 20:7-9

Pagi ini,_bak disambar petir aku menerima kabar tak menyenangkan yang membuatku hilang keseimbangan hati dan pikiran,
Sempatku bertanya, mengapa hal ini terjadi lagi, hal yang tak pernah kuduga sebelumnya bahkan jauh dari pemikiranku kembali hadir dan benar-benar membuatku sangat kesakitan. Setelah perbuatanmu itu padaku, aku tak pernah bisa melupakan apalagi memaafkanmu.
Tapi itu dulu…. setahun yang lalu, dan sekarang…
Karena Bapa mengajariku banyak hal,
Dengan membencimu tak akan membalikkan keadaan.
Dengan menyimpan rasa marahku padamu tak akan membuatku merasa tenang dan sejahtera.
Dengan mengingat-ingat semua hal yang pernah kau lakukan itu membuatku kembali terpuruk dengan dosa..
Belajar melupakan dan memaafkan sama seperti menjatuhkan diri dari bangunan tinggi
Tapi Bapa,… dengan segala kesabarannya memberikan pengertian yang banyak padaku
Tanpa membuatku merasa sendirian, berusaha menyendiri dan menyesali kehidupan
Bapaku setia dan tak pernah meninggalkanku, dan aku bangga punya Bapa yang luar biasa hebat seperti Bapaku..
Karena itu,… hari ini
Bapa sudah mengubah hidupku dan membuatku memaafkanmu dengan segala ketulusan hatiku.
Aku tak akan mengingat-ingat lagi semua hal yang kau perbuat padaku.
Doaku,
Thx Dad,.. sudah membuat hatiku menjadi baru
Tak mudah berubah dan memaafkannya, tapi ku yakin…
Mungkin ini adalah sebagian dari rencanaMu yang mulia dalam hidupku
Aku tahu,
Bapa sudah menyiapkan segalanya bagiku
Dan itu indah
Bapa,..
Makasih sudah mengaruniakan rasa tentram dan damai dihatiku
Dengan menerima semua hal yang tak pernah bisa kuubah
Dan rasa berani untuk mengubah hal-hal yang bisa kuubah
Sehingga sekarang
Ku punya kemampuan memaafkan
Terpujilah Tuhan..
Amin
”P”,… aku memaafkanmu
Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;
Mazmur 16:8-9



