Posts Tagged ‘ayat hari ini’
I Yohanes 3:15 “Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
Kita semua pasti mempunyai saudara, entah itu saudara sekandung ataupun saudara sepupu, saudara dekat ataupun jauh itu tetaplah saudara, bahkan mey pribadi menganggap online friends juga adalah saudara di dalam Tuhan..
We are Family in Christ -> Mottonya MG Radio (mey suka banget mah yang satu ini) J
Pernah gak kita berselisih paham dengan saudara kita? Pasti tidak mungkin kalau tidak pernah. Berselisih paham sah-sah saja asalkan tidak berlanjut kearah kebencian yang berujung pada pertengkaran yang tidak menutup kemungkinan mengarah kepada kekerasan dan bisa juga berakhir pada kebinasaan. Entah itu binasa diri sendiri atau saudara kita itu.
Dalam hal ini iblis mengambil kesempatan untuk bekerja mempengaruhi pikiran kita.
1 Petrus 5:8 berkata “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”
Nah, iblis diumpamakan seperti singa, sebagaimana kita tahu singa itu makanannya adalah daging, dalam hal ini kalau kita didapati iblis berbau kedagingan maka dengan cepat kita pasti dapat dilulur iblis dengan cara menguasai hati dan pikiran kita untuk melakukan hal-hal yang dikehendakinya termasuk melakukan kebencian apalagi terhadap orang terdekat dengan kita yaitu saudara kita sendiri.
Pernah sekali peristiwa ditempat mey, hanya karena uang Rp 1,000 rupiah saja, seorang tega membunuh saudaranya sendiri, ada juga yang hanya karena persoalan sebidang tanah, saudara sendiri yang menjadi korban, ada yang karena persoalan perut, saudara sendiri yang dikorbankan. Menyedihkan memang, tapi itulah kenyataannya.
Bagaimana kita menjadi surat yang terbuka bagi orang lain kalau diri kita sendiri tidak bisa menjaga kekudusan di lingkungan terdekat kita.
Matius 5:18 berkata “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Jelas sekali dikatakan bahwa kehidupan kita, apapun yang kita perbuat menjadi perhatian orang banyak, menjadi anak terang dan menjadi surat terbuka kehidupan kita menjadi sorotan banyak orang, karena itu, setiap kekudusan hati kita, perkataan dan perbuatan menjadi tolok ukur orang dalam menilai kita. Karena itu kita perlu berusaha untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik termasuk kebencian.
Firman Tuhan berkata, kehidupan kita, hati kita ini adalah Bait Allah
I Korintus 3:16-17 “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”
Sangat jelas sekali, Tuhan menginginkan kehidupan kita hidup kudus dan berkenan kepada Tuhan dengan tidak melakukan hal-hal yang sama sekali tidak mendatangkan kekudusan.
Mulai dengan hal-hal kecil, dari diri kita, coba membangun komunikasi yang baik, hubungan yang baik dengan saudara kita sendiri.
Mey punya satu sepupu yang sebenarnya sangat kami (sekeluarga ) rindukan banget, karena selain tempatnya berjauhan, kami terpisah bertahun-tahun lamanya, terakhir kami melihatnya baru berumur empat bulan, dan ketika dia datang akhir tahun kemarin, dia sudah duduk di kelas satu SMU, dan sangat membahagiakan sekali ketika pertama kalinya dia berkunjung ke tempat kami disini, tapi semuanya itu berubah 180 derajat ketika dia tak mau menyapa kami dan (bahkan) papanya sendiri tidak diakuinya dengan berbagai macam alasan. Sebagai saudara sepupu, ketika melihat papanya itu menangis mey tidak terima papanya (om) diperlakukan seperti itu, mey memarahinya habis-habisan dan bisa dibilang ketika itu kami menjadi sangat membencinya. Membenci dari kedalaman hati bahkan kami sepakat untuk tidak menganggapnya saudara kami lagi.
Sampai suatu waktu, kami berdoa dan Tuhan memberikan petunjuk lewat kebenaran FirmanNya bahwa ternyata membenci saudara itu tidak ada bedanya dengan seorang pembunuh… Oh Tuhan, ampunilah kami… itu kata pertama yang keluar dari mulut kami. Kami berdoa dan memohon ampun kepada Tuhan serta mendoakan sepupu kami itu semoga Tuhan beracara indah dalam kehidupannya.
Sebagaimana kita mengetahui cerita dalam Alkitab tentang perselisihan antar saudara, dari zaman datang kepada zaman pasti ada.
Kejadian 4, bercerita tentang Kain dan Habel, hanya karena persoalan persembahan kepada Tuhan akhirnya terjadi pertumpahan darah antar saudara, Kain membunuh Habel.
Kejadian 25, bercerita tentang Esau dan Yakub yang berselisih paham karena hak kesulungan.
Kejadian 37, bercerita tentang Yusuf dan saudara-saudaranya.
Dalam kitab 2 Samuel juga menceritakan tentang perseteruan anak-anak Daud. Dan masih banyak lagi.
Membunuh berarti menghilangkan nyawa seseorang, apa saja hukuman bagi seorang pembunuh? Dalam Keluaran 21:12 dan seterusnya dijelaskan bahwa nyawa diganti dengan nyawa, jadi seorang pembunuh hukumannya adalah nyawa sendiri, dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa seorang pembunuh hukumannya adalah digantung dikayu salib.
Nah, mau gak kita disamakan dengan seorang pembunuh kalau kita membenci saudara kita sendiri? Tentu tidak kan, karena itu penguasaan diri itu perlu. Tubuh kia adalah Rumah Allah dan Roh Allah tinggal di dalam kita. Pelihara dan jaga setiap kekudusan dan jangan pernah biarkan iblis masuk dan menguasai hati dan pikiran kita sehingga mendatangkan kebencian.
Guys,… kita masih hidup di dunia walaupun nantinya tanah air kita adalah di surga yang kekal, segala hal apapun itu, iblis menyodorkan kepada kita semuanya dan tak ada satupun yang baik, tinggal dari diri kita sendiri, bagaimana kita mempertahankan iman kita kepada Tuhan. Jauhkanlah kebencian supaya nama kita tidak tersurat di dalam tanah, tapi disurga yang kekal.
Ingat, saudara kita,.. sejahat apapun dia, tetaplah saudara kita. Jangan pernah membenci saudara kita. Tugas kita adalah menasehati, memperingatkan, membimbing apabila sudah berada pada jalur yang salah dan mendoakan setiap kehidupannya, dengan demikian kitalah bisa menjadi surat yang terbuka mulai dari orang-orang terdekat kita sampai kepada orang lain. Kita bisa menjadi berkat, saudara kita diberkati, orang lain pun bisa mendapat berkat, kita semua diberkati Tuhan.
Seringkali aku berpikir, mengapa banyak hal terjadi dalam kehidupan manusia, apakah itu bagian dari rencana Bapa? Apakah itu suatu kebetulan? Apakah itu.. apakah ini… dan masih banyak lagi pertanyaan yang datang untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya. Tapi kembali lagi itu semua hanyalah pikiranku dan sejauh aku berpikir tak akan pernah menemukan maksud dari setiap pertanyaan-pertanyaanku sendiri. Bahkan lebih parah lagi, jika aku berusaha memprediksi suatu keadaan, pasti akan jauh meleset dari kenyataan yang ada nantinya. Mengapa? Karena pemikiranku tidak sama dengan pemikiran Bapaku,…
Mazmur 139:17
”Dan bagiku, betapa sulitnya pikiranMu, ya Allah!
Betapa besar jumlahnya!”
Segala sesuatunya berasal dari Dia, termasuk apa yang ada didalam pikiranku. Segala rancangan dan rencana dalam hidup manusia (termasuk hidupku) ada dalam pikiranNya, dan aku tidak dapat menyelami pikiran Bapa. Terlalu luas, terlalu besar dan terlalu sulit untuk mencoba mengetahuinya.
Pagi ini ketika aku memeriksa kertas-kertas kerja dan diantaranya aku menemukan sebuah ”surat” yang pernah diberikan oleh kakakku, yang dulunya aku cuma menyimpannya dan berjanji akan membacanya saat disuruhnya untuk membaca surat kecil berharga itu. Aku terdiam sesaat dan mencoba merenungi kembali, saat-saat paling buruk barusan yang aku lewati, adalah hal terbodoh. Mestinya aku lebih kuat karena ini bukan hal yang baru lagi buatku. Halahhh…… bodohnya…
Aku suka penjelasan yang terakhir, yaitu kalau kita tidak terlalu memikirkan apa yang kita pikirkan, Tuhan pasti menyediakannya bagi kita.
Tuhan memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita minta, karena tidak semua permintaan kita adalah kebutuhan kita, tidak semua yang kita pikirkan adalah jalan terbaik dari setiap masalah kita.
Bila kekosongan melanda hidup kita, ingat… ada Tuhan yang selalu mengisi kekosongan hidup kita.
Matius 6 : 33 berkata, ”Tetapi carilah Kerajaan Allah dan Kebenarannya, maka semuanya itu ditambahkan kepadamu”.
Dan yang terpenting adalah, mengenal diri kita sendiri dan menerima diri kita apa adanya, tak perlu berusaha untuk menjadi orang lain, karena setiap pemikiran yang timbul dalam hati kita tidak sama dengan apa yang Bapa pikirkan buat kita.
Ketika aku berpikir bahwa tidak ada seorangpun yang mencintai aku….
Tuhan berkata, Yohanes 13:34
”… sama seperti Aku telah mengasihi kamu…”
Ketika aku berkata : aku ketakutan.
Tuhan menjawab, II Timotius 1:7
”Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan,..”
Saat pikirku, aku sendirian…
Tuhan menjawabku dengan lembut, Ibrani 13:5
”…Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
Yeremia 17:10a
”Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji batin,…”
Mazmur 139:1-2
”Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.”
Apa yang kita pikirkan, tidak pernah sama dengan apa yang Tuhan sediakan bagi kita.
Tuhan yang lebih mengetahui setiap kedalaman hati kita lebih dari diri kita sendiri. Mulai sekarang, ada baiknya untuk merubah pola pikir kita, jangan pernah berpikir bahwa segala sesuatunya ada dalam jangkauan kita atau dalam genggaman kita karena apa yang kita pikirkan kalau bukan Tuhan yang campur tangan maka sama seperti mengejar kesia-siaan.



