Posts Tagged ‘heart’


dirimu seperti bayangan awan dilangit yang cerah…
berarak datang dan seketika menghilang
hanya bisa kupandang dan tak pernah bisa kuraih
sejauh mata memandang dan sedalam hati terasa
dirimu seperti semilir angin…
datang menyejukkan dan pergi meninggalkan rasa
tak sempat merasa dalam waktu lama
hanya menunggu angin itu datang lagi

dirimu seperti pasir dilaut…
saat kuraih kau masih ada
tapi ketika kugenggam kau terlepas diantara jemariku
meninggalkan sedikit debu yang hampir tak berarti
dirimu seperti cahaya sesaat…
hadir memenuhi ruangan hatiku yang gelap membeku
tapi ketika cahaya itu mulai menyala lebih terang
kuredupkan kembali menjadi seperti sediakala

itulah dirimu
semakin kupertahankan dirimu
semakin kau menjauh meninggalkanku
aku berlari menyusuri sisi lorong kehampaan tanpa batas
mencoba meraih satu keindahan baru
tapi yang tampak disana hanya bayang-bayang masa lalu
kupikir semuanya akan kembali lagi
kembali seperti dulu lagi
kembali diam dan menyendiri
sepi dan tak ada dirimu lagi

diriku kini seperti rumput kering dipadang
jatuh dan terbang menghilang dibalik hutan
kehilangan keseimbangan dan arah tujuan
berlari mengikuti bayangan kelam

kucoba menghentikan waktu
tapi waktu berlari meninggalkanku
kucoba duduk diam dan bertahan
sampai kesudahanku tiba
aku tak mampu bersuara dan berkata
hanya bisa menatap semuanya dan merenungi
akhir sebuah kehidupan lama dari seorang perempuan
perempuan biasa yang terlalu biasa menghadapi lelahnya hidup

waktu memaksaku memilih
satu dari keinginan yang tak bisa kuraih
mengalah dan membiarkan diri kembali terpuruk
dan membiasakan diri mereguk segelas sesal
dan sakit hati yang masih semangkuk penuh diatas meja hidupku

akulah dia..
sebentuk hati yang hampir tak mampu menghadapi kenyataan lagi
seorang perempuan lemah yang terlalu banyak berharap pada keadaan
seorang perempuan yang kemudian berusaha mengakhiri semua kenyataan hidup ini
untuk terus melangkah dan menatap hidup dengan tangan terbuka

Aku mencoba belajar memilihmu
Karena sebuah hatimu terjulur padaku
Dan sebongkah jiwa dan perasaanmu mengalir
Mencoba menembus tembok tebal yang mengurung hatiku
Dari semua sisi
Tembok yang membantuku menyimpan semua emosi

Pikirku kau tak akan mungkin bisa masuk
Karena ku tak berusaha untuk keluar
Kau pun bertanya
Ada apa sebenarnya.. ?

Tembok kokoh yang kubuat tidak akan pernah terlihat
Karena berasal dari sebuah perasaan hati yang tidak pernah aman
Setiap kali hatiku rapuh dan luka
Setiap kali itu pula itu bertumbuh semakin parah
Akupun mulai membangun tembok kaku
Tembok tebal yang tidak mungkin lagi jatuh

Penyebabnya bukanlah dirimu
Karena itulah kucoba memilihmu
Teruslah,..
Mencoba menembus maju
Ingin sekali aku menunjukkan diri
Kasih sayangmu akan sangat berarti
Sedikit demi sedikit coba remukkan tembokku ini
Sampai batu-batunya berjatuhan sendiri sampai tak tersisa

Ku coba memilihmu
Untuk membantuku merubah dan meninggalkan
Segala sakit hati dan kegagalan yang bertumpuk
Di dalam hati dari tahun-tahun pedih
Sebenarnya…
Aku takut bahkan sangat takut membiarkanmu masuk
Ku yakin akan kembali membuatku terpuruk

Sudah kucoba membongkar tembokku
Namun usahaku sia-sia
Sudah kucoba sekuat tenaga
Mendorong satu per satu batu dari tumpukannya
Tumpukan batu yang kudirikan sendiri
Dari setiap sakit hati dan kepedihan

Itulah sebabnya aku memilihmu
Berharap kau cukup peduli
Saat rasa sakit digantikan dengan kasih sayang
Semoga kau peduli
’tuk mencari kekuranganku itu
Apapun terjadi,..
Karena aku telah memilihmu…

Tag Cloud
CIBFest
Part of ...
Imey Juliant's Facebook profile
Stop Violence
Stop Violence
Quotes Today
Live Well



________________
Add this to your site
Stat Visitor
Visits today: 18