Posts Tagged ‘love’
lah.. ini juga dah pernah aq posting dirumah lama…. sekedar reuni lagi.. hehehe.. lebay dikitlah diriku niy….. ^_^
Kamis, 29 Januari 2004
Manado Grand Palace
mmm………………
that’s my wedding day… (seharusnya)
mestinya hari itu aku menjadi seorang yang sangat berbahagia.
mestinya saat itu aku sudah melepas lajangku dengan pria istimewa yang mencuri hatiku.
mestinya sekarang aku hidup bersama keluargaku sendiri, punya suami dan anak-anak yang kukasihi.
mestinya detik ini hidupku berubah.
hari ini aku ngerayain ultah pernikahanku yang ke-5.
Tapi semuanya sudah direncanakan oleh Tuhan.
Aku hanya bisa sampai merencanakannya, Tuhan yang menentukan yang terbaik bagiku.
Dulu, aku mesti butuh waktu berbulan-bulan untuk melupakan kejadian menyakitkan itu, bahkan aku mesti pergi untuk tidak mengingatnya lagi.
Sekarang, setelah aku diperhadapkan dengan situasi seperti ini lagi, aku cuma butuh waktu 3 hari untuk meratap dan mengurung diri di kamar, 2 hari untuk pemulihan, dan 2 hari untuk melupakan pria itu. Lelaki yang pernah hadir di hidupku dan akhirnya pergi dengan wanita lain pilihannya tanpa penjelasan bahkan meminta restu dariku.
Menyakitkan memang, tapi aku sudah mulai terbiasa menghadapi situasi seperti ini,…
Sekedar mengingat kembali,
Waktu itu…. seminggu sebelum pernikahanku, aku pergi mengecek gaun warna gading model kemben dengan potongan selutut didepan dan sedikit terbuka dipunggung dan panjang belakangnya, karena seminggu sebelumnya bajunya terlalu besar buatku pakai, sudah beres. Begitu juga dengan foto pre-weddingku yang sudah selesai dan kartu-kartu undangan yang siap dijalankan. Gedung tempat resepsi bahkan persiapan untuk resepsinya sendiri benar-benar sudah matang. Semua surat-surat sudah lengkap dan tinggal menunggu saat yang ditentukan.
Entah mengapa, semuanya terjadi begitu cepat dan ……..
Pernikahanku batal, dan semuanya hanya berakhir dengan air mata.
Waktu itu aku terpukul dan sama sekali tak bisa menerima kenyataan, membiarkan diri sendiri terkurung dalam kesedihan yang mendalam dan menyiksa diriku sendiri ternyata tak mampu merubah kenyataan.
Doa papa dan mamaku yang mampu merubah suasana hatiku. Siang dan malam tak henti-hentinya mereka berdoa buatku, sampai aku akhirnya menyadari kenyataan yang ada dan berusaha untuk menerima semuanya dan menjalani kehidupan seperti biasanya lagi.
Kami memang berbeda kultur dan keyakinan. Mungkin itu yang tak bisa menyatukan kami. Sampai sekarang, aku masih punya komunikasi dengannya, walau sebatas teman biasa saja.
Berusaha untuk menjadi kuat dan tegar dalam segala hal itu tekadku.
Aku perempuan,
Dan aku tak mau tersiksa dengan perasaan-perasaan murahan yang menyayat batin.
Karena aku,
Perempuan yang luar biasa tangguh menghadapi berbagai masalah.
Dan karena aku,
Adalah perempuan yang dikasihi Allah Bapa di surga.
Yang sudah membentengi aku dari berbagai masalah hidup.
Apapun itu, aku tak akan pernah takut menghadapinya
Karena Tuhan ada dipihakku.
Sekarang, mengingat ini semua hanya membuatku tersenyum, karena ternyata aku mampu melewatinya.
Pernikahan,….. aku percaya suatu saat aku pasti akan melewatinya….
Dan buatku sekarang, itu bukan lagi suatu kewajiban, sesuatu yang harus dilakukan.
Punya seorang lelaki istimewa dalam hidup itu mungkin impian setiap wanita didunia. Tapi buatku, itu tidaklah terlalu penting karena tanpa kucari Tuhan sudah menyediakannya bagiku. Seorang yang terbaik dari semuanya.

dirimu seperti bayangan awan dilangit yang cerah…
berarak datang dan seketika menghilang
hanya bisa kupandang dan tak pernah bisa kuraih
sejauh mata memandang dan sedalam hati terasa
dirimu seperti semilir angin…
datang menyejukkan dan pergi meninggalkan rasa
tak sempat merasa dalam waktu lama
hanya menunggu angin itu datang lagi
dirimu seperti pasir dilaut…
saat kuraih kau masih ada
tapi ketika kugenggam kau terlepas diantara jemariku
meninggalkan sedikit debu yang hampir tak berarti
dirimu seperti cahaya sesaat…
hadir memenuhi ruangan hatiku yang gelap membeku
tapi ketika cahaya itu mulai menyala lebih terang
kuredupkan kembali menjadi seperti sediakala
itulah dirimu
semakin kupertahankan dirimu
semakin kau menjauh meninggalkanku
aku berlari menyusuri sisi lorong kehampaan tanpa batas
mencoba meraih satu keindahan baru
tapi yang tampak disana hanya bayang-bayang masa lalu
kupikir semuanya akan kembali lagi
kembali seperti dulu lagi
kembali diam dan menyendiri
sepi dan tak ada dirimu lagi
diriku kini seperti rumput kering dipadang
jatuh dan terbang menghilang dibalik hutan
kehilangan keseimbangan dan arah tujuan
berlari mengikuti bayangan kelam
kucoba menghentikan waktu
tapi waktu berlari meninggalkanku
kucoba duduk diam dan bertahan
sampai kesudahanku tiba
aku tak mampu bersuara dan berkata
hanya bisa menatap semuanya dan merenungi
akhir sebuah kehidupan lama dari seorang perempuan
perempuan biasa yang terlalu biasa menghadapi lelahnya hidup
waktu memaksaku memilih
satu dari keinginan yang tak bisa kuraih
mengalah dan membiarkan diri kembali terpuruk
dan membiasakan diri mereguk segelas sesal
dan sakit hati yang masih semangkuk penuh diatas meja hidupku
akulah dia..
sebentuk hati yang hampir tak mampu menghadapi kenyataan lagi
seorang perempuan lemah yang terlalu banyak berharap pada keadaan
seorang perempuan yang kemudian berusaha mengakhiri semua kenyataan hidup ini
untuk terus melangkah dan menatap hidup dengan tangan terbuka




