Posts Tagged ‘Poem’
Gadis muda berkemas cepat
Melipat pakaian, mengunci lemari dan jendela kamar
Mengambil sepatu dan mengendap-endap keluar kamar
Dia beranjak pergi menuju pintu belakang yang sengaja tak dikunci
Dan sewaktu melewati kamar ibunya, dia berhenti
dan mendengarkan ibunya berkata :
“Tuhan,
Katakan pada putriku bahwa aku mencintainya
dan aku tak ingin dia pergi jauh
kami menyebutnya malaikat yang paling istimewa
dan Tuhan,
katakan padanya lagi bahwa aku tak pernah sungguh-sungguh membencinya
ketika kata-kata kasarku keluar saat ku marah.
aku hanya ingin dia menyayangiku dan mematuhiku saja.”
Gadis itu terdiam, berpikir sejenak
kembali mengendap-endap ke kamarnya
mengunci pintu dan mematikan lampu.
Hari berikutnya, malam yang lain pula.
Dia merindukan sesuatu yang tak nyata
Dan gadis muda berubah menjadi dewasa
Berpegang pada iman yang hampir padam
dia berdoa :
“Tuhan,
tolong katakan pada ayahku bahwa aku mencintainya
dan bahwa aku berharap dia terus mencintaiku.
ketika yang lain mentertawakan kehidupan kami
aku bangga kepadanya
saat dia tak mampu berusaha dan merasa tak berharga
bagiku dia masih seorang ayah terbaik di dunia
dan Tuhan,
katakan padanya lagi bahwa yang kuinginkan cuma sepasang sayap
bukan sebuah sangkar indah yang berkilau
aku ingin dia mengerti semuanya
bahwa aku bukan boneka kecilnya lagi”.
Gadis itu membetulkan piyamanya
mengunci pintu dan mematikan lampu.
Hari berikutnya, malam yang lain pula.
Selembar tahun tersibak.
Cahaya bulan menembus keatas meja kosong disamping jendela
Gadis muda duduk disamping meja
berlutut dan memejamkan mata
dia berdoa :
“Tuhan,
tolong katakan pada kekasihku bahwa aku mencintainya
dan berharap dia tak pernah jauh dariku
aku memikirkannya setiap hari dan aku harap dia pun begitu padaku
dan Tuhan,
katakan padanya lagi bahwa
aku mungkin tak bisa bersamanya
karena keadaan yang tak biasa
dan keharusan yang tak bisa di tolak
buatlah dia mengerti ini cuma sebuah situasi buruk”.
Gadis itu menyisir rambut, membetulkan selimut
mengunci pintu dan mematikan lampu.
Hari berikutnya, malam yang lain pula.
Gadis muda masih di tempat yang sama.
melipat tangan dan memejamkan mata
dia berdoa :
“Tuhan,
tolong katakan pada semua
bahwa aku mencintai mereka dan berharap mereka pun mencintaiku
dan Tuhan,
buatlah ku tidur nyenyak malam ini
siapkan hari yang indah buatku besok”.
* gambar diambil dari sini

Kali ini untuk beberapa posting kedepan, mey coba nulis tentang “kami” yang sebelumnya sangat saling mengasihi, dan ketika tragedi itu terjadi dan seseorang akhirnya terlepas dari lingkaran indah sebuah keluarga, aq, dan saudaraku yang lain mulai melepaskan genggaman-genggaman erat kami sebelumnya,.. semoga Tuhan menyatukan kami kembali… 
Kenapa Harus Sekarang??
Saat kubertanya-tanya kepada Tuhan.
Kenapa yang indah harus selalu diambil?
Kenapa harus diambil secepat ini?
Kenapa harus dipanggil secepat ini?
Kenapa harus ada kematian?
Aku ditegur Tuhan,
”Ini akibatnya
jika kamu terlalu berorientasi pada dunia”
Semua itu bukan akhir dari segalanya.
Dan kita semua masih bisa bertemu
Dirumah Bapa di Surga
Aku senang sekali membayangkan
Akhirnya kita semua bisa berkumpul bersama.
Kini aku hanya bisa berbuat yang terbaik
Di kesempatan yang ada ini.
Agar membuat sisa dari semuanya
Menjadi sangat bermakna.
Aku akan melakukan semaksimal mungkin
Untuk membuat ”adikku”
Tersenyum bahagia
Hank-Medan
4 Maret 2008 ~ 22.06
Ini tulisan terbaik dari seorang kakak buat adik tercinta, yang sangat membuatku heran bercampur bahagia, kami belum pernah bertemu satu kalipun, tapi sudah seperti bertahun-tahun bersama dan kami punya rencana untuk bertemu… sampai akhirnya… semuanya cuma rencana dan Tuhan berkehendak lain…




