Posts Tagged ‘renungan’

Bacaan : Lukas 19:1-10
Hampir setiap minggu kita melihat berita-berita tentang misi pencarian dan penyelamatan. Berita ini mungkin tentang seorang anak kecil yang terpisah dari suatu piknik keluarga lalu tersesat, seorang pendaki yang tersesat digunung atau orang-orang yang terperangkap di antara reruntuhan gempa. Dalam setiap kasus, para korban tidak dapat menolong dirinya sendiri. Mereka yang ditemukan dan diselamatkan biasanya sangat berhutang budi pada orang-orang yang tergabung di dalam tim misi pencarian dan penyelamatan tersebut.
Cerita Zakheus dalam Lukas 19:1-10 juga merupakan sebuah kisah pencarian dan penyelamatan. Pada awalnya memang seperti sebuah rentetan peristiwa yang kebetulan terjadi — Yesus sedang melewati Yerikho dan seorang pemungut cukai yang kaya memanjat sebatang pohon agar dapat melihat sekilas sang Guru pembuat mujizat. Namun, pertemuan dengan Yesus ini bukanlah suatu kebetulan.
Pada akhir kisah ini, Lukas sengaja menuliskan perkataan Yesus kepada Zakheus, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini … ; Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (ay. 9-10).
Yesus memulai misi pencarian dan penyelamatanNya dibumi melalui hidup, kematian dan kebangkitanNya. Yesus masih melanjutkan misi itu sampai hari ini melalui kuasa Roh Kudus. Dan dengan penuh anugrah, Dia mengundang kita supaya mengambil bagian bersama-Nya untuk mengasihi mereka yang tersesat.
Orang tidak dapat percaya Yesus
Jika mereka belum mendengar Injil
Jadi, kita harus menyatakan berita Injil
Kepada dunia — baik di tempat jauh maupun dekat.
Sumber : Renungan Santapan Rohani-RBC

source by images.google
Lukas 16:19-31
Apakah memori itu? Hal apakah yang memampukan kita untuk dapat mengingat kembali perasaan, pandangan, suara dan pengalaman masa lalu? Dengan proses apakah peristiwa demi peristiwa yang telah direkam, disimpan dan diabadikan di dalam otak kita itu akan dimunculkan kembali berulang kali? Ini semua masih menjadi suatu misteri.
Kita tahu bahwa memori dapat menjadi berkat - penuh penghiburan, keyakinan dan sukacita. Usia senja dapat jadi menyenangkan dan memuaskan, jika kita telah menyimpan memori akan kekudusan, iman , persekutuan dan kasih. Jika seorang yang saleh mengenang kembali kehidupan pelayanan Kristen dan mengingat kesetiaan Allah yang berjanji : “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5), tahun-tahun dimasa senjanya dapat menjadi yang termanis dari semua yang pernah dijalaninya.
Namun, memori juga dapat menjadi suatu kutukan dan penyiksaan. Banyak orang, disaat-saat menjelang akhir hidup mereka, rela memberikan apa saja yang mereka miliki untuk menghapus dari ingatannya dosa-dosa dari masa lalu yang masih menghantui mereka.
Apa yang dapat dilakukan seseorang ketika dikuasai oleh ingatan-ingatan seperti itu? Hanya ada satu hal. Ia dapat menyerahkan segala ingatan itu pada satu Pribadi yang dapat mengampuni mereka dan menghapus semua memori itu. Dialah yang mengatakan, “Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka” (Ibrani 10:17).
Mungkin anda tidak dapat melupakan masa lalu anda. Namun Tuhan menawarkan untuk menghapuskan “segala dosamu seperti awan yang tertiup” (Yesaya 44:22).
sumber : Santapan Rohani - RBC



